SELAYANG PANDANG
tentang
PENGADILAN NEGERI SAROLANGUN

Peta Propinsi Jambi



Alamat            : Komplek Perkantoran Gunung Kembang, Kabupaten Sarolangun, Propinsi Jambi
Kode Pos        : 37381
Telp. / Fax.    : 0745 - 91006
E-mail             : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it


I. SEJARAH


Pengadilan Negeri Sarolangun diresmikan berdirinya sebagai Peradilan Tingkat Pertama kelas II pada tanggal 31 Juli 2007 oleh Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Prof. DR. BAGIR MANAN, SH., MCL.

Pengadilan Negeri Sarolangun yang terletak di Komplek Perkantoran Gunung Kembang, berdiri di atas tanah Hak Pakai dari Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Selain itu, dengan Hak Pakai pula didirikan 7 (tujuh) buah rumah dinas, yang terdiri dari 1 (satu) rumah dinas Ketua Pengadilan Negeri, 1 (satu) rumah dinas Wakil Ketua Pengadilan Negeri, 4 (empat) rumah dinas Hakim, dan 1 (satu) rumah dinas ditempati pegawai. Kondisi rumah dinas relatif cukup baik, karena telah diperbaiki oleh masing-masing Hakim yang menempatinya, hanya letaknya di tengah hutan dan belum berpagar sehingga dari segi keamanan kurang memadai. Disamping itu terdapat fasilitas air minum dari Perusahaan Air Minum tetapi 1 (satu) hari hanya hidup selama 2 (dua) jam dan sering juga dalam kondisi mati sampai 3 (tiga) hari. Terdapat juga 1 (satu) unit mobil jenis Suzuki Vitara untuk mobil operasional Ketua Pengadilan Negeri (dari Pemerintah Kabupaten Sarolangun) dan 1 (satu) unit mobil jenis Toyota Inova untuk mobil operasional Wakil Ketua Pengadilan Negeri.

Pengadilan Negeri Sarolangun terbentuk sebagai akibat dari pemekaran Kabupaten Sarolangun-Bangko yang dibagi menjadi 2 (dua), yakni Kabupaten Merangin dan Kabupaten Sarolangun, yang wilayah hukumnya identik dengan wilayah Kabupaten Sarolangun-Propinsi Jambi, dengan batas-batas sebagai berikut:

  • sebelah Utara : Kabupaten Batanghari, Propinsi Jambi;
  • sebelah Selatan : Kabupaten Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu;
  • sebelah Timur : Kabupaten Musirawas, Propinsi Sumatera Selatan;
  • sebelah Barat : Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi;

Jarak dari Ibukota Kabupaten Sarolangun (Kota Sarolangun) ke Ibukota Propinsi Jambi (Kota Jambi) sekitar 4 (empat) jam melalui perjalanan darat / mobil, 2 (dua) jam ke Kota Lubuk Linggau (Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan) dan 1 (satu) jam ke Kota Bangko (Kabupaten Merangin, Jambi). Kota Sarolangun dilintasi Jalan Trans Sumatra Bagian Tengah dan tepat berada di simpang tiga Propinsi Sumatera Selatan (Kabupaten Musirawas), Propinsi Bengkulu - Propinsi Jambi - Propinsi Sumatera Barat (Kabupaten Dhamasraya). Hal itu mengakibatkan arus lalu lintas daratnya sangat ramai dengan bus, truk, travel, dan kendaraan pribadi lainnya. Ditambah adanya Sungai Tembesi yang membelah Kota Sarolangun, dan sedang direncanakan akan dijadikan lalu lintas sungai (yang rencananya akan dilaksanakan oleh investor dari India) yang menghubungkan Kota Sarolangun - Kota Muara Bulian (Kabupaten Batanghari) - Kota Sengeti (Kabupaten Muaro Jambi) - Kota Jambi - Pelabuhan Laut Muara Sabak (KabupatenTanjung Jabung Barat) - Pelabuhan Laut Kuala Tungkal (Kabupaten Tanjung Jabung Timur), maka Kabupaten Sarolangun di masa depan diharapkan menjadi sentra peredaran barang dan jasa.

Jalan darat yang menghubungkan kabupaten/kota se-Propinsi Jambi sudah terbilang cukup layak dan baik, yang sampai saat ini terus ditingkatkan dan disempurnakan, baik oleh Pemerintah Propinsi maupun oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. Keadaan alamnya yang berbukit-bukit dan subur memiliki kekayaan alam yang melimpah, meliputi: perkebunan kelapa sawit, perkebunan karet, tambang batubara, tambang minyak, tambang emas, sayur-mayur, dan ikan sungai. Disamping itu, sesuai dengan keadaan alamnya yang secara umum dan alami memiliki panorama yang indah, berpotensi besar berkembang menjadi Daerah Tujuan Wisata.

II. PROSPEK

Perkembangan dalam segala bidang yang cepat dan pesat dari Kota Sarolangun pada khususnya dan Kabupaten Sarolangun pada umumnya, kemudian juga mengakibatkan peningkatan dalam hal perkara perdata maupun perkara pidana yang diajukan ke Pengadilan Negeri Sarolangun. Yang tampaknya akan terus mengalami peningkatan secara signifikan, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas.

Guna mengimbangi kepesatan perkembangan yang baik tersebut, Pengadilan Negeri Sarolangun dengan mottonya "ADIL BERKEPASTIAN, PASTI BERKEADILAN", disamping harus selalu meningkatkan kualitas bagi pelayanan publik, secara bertahap terus pula meningkatkan sarana dan prasarana yang telah ada, baik melalui usulan dan atau anggaran yang telah dan akan disediakan untuk itu.

Sampai dengan tahun 2011, Pengadilan Negeri Sarolangun telah mampu mengembangkan diri secara fisik maupun non fisik, meliputi:

  1. Fisik :
    • Secara bertahap dan berkesinambungan, telah dibangun turap dan perumahan dinas hakim. Disamping dibiayai dengan dana dari Mahkamah Agung melalui DIPA, juga adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sarolangun;
    • Secara bertahap dan berkesinambungan, telah tersedia sarana dan prasarana Informatika dan Telematika yang walaupun masih kurang memadai namun telah dapat menerbitkan situs di internet yang dapat diakses melalui www.pn-sarolangun.go.id sebagai salah satu realisasi dari pelayanan publik terbaik dan transparan.
  2. Non Fisik :
    • Secara kedinasan selalu menjalin hubungan baik dengan unsur MUSPIDA Kabupaten Sarolangun beserta SKPD terkait dan juga Pers, sehingga segala program dan kegiatan Pengadilan Negeri Sarolangun mendapat respon dan dukungan yang baik pula;
    • Memotivasi seluruh Hakim dan pegawai Pengadilan Negeri Sarolangun untuk memberi pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dengan membuka persidangan tepat pada waktunya dan menyelesaikan pelayanan administrasi perkara dan umum secara cepat sesuai dengan yang telah ditentukan menurut Standar Operasional Prosedur (SOP);
    • Menjalin tali silaturahmi diantara keluarga besar Pengadilan Negeri Sarolangun dengan mengadakan diskusi-diskusi dan pertemuan secara berkala.

III. HAMBATAN

Sebagai lembaga yang masih muda dalam hal usia, maka merupakan hal wajar apabila Pengadilan Negeri Sarolangun masih memiliki kekurangsempurnaan dalam segala hal. Adapun hambatan-hambatan yang dialami Pengadilan Negeri sampai dengan tahun 2011 ini adalah:

  1. Secara Internal :
    • Masih sangat terbatasnya lokal yang dimiliki, sehingga terpaksa dilakukan penyatuan beberapa bagian kerja dalam 1 (satu) ruangan. Ruangan yang belum ada seperti: Ruang Sidang dan Tahanan Anak, Ruang Wakil Sekretaris, Ruang Juru Sita, Ruang Arsip, Ruang Perpustakaan, Ruang Mediasi, Ruang Pos Bantuan Hukum, Ruang Barang Bukti, Ruang Server, dan Ruang Tamu Terbuka. Disamping itu perlu penambahan 1 (satu) Ruang Hakim, 1 (satu) Ruang Panitera Pengganti, dan perluasan Ruangan Kepaniteraan Perdata, Kepaniteraan Hukum, Kesekretariatan Umum, serta Ruang Mushola. Dengan penambahan ruangan yang dibutuhkan tentu akan menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman sehingga akan meningkatkan kualitas kerja para Hakim dan seluruh pegawai Pengadilan Negeri Sarolangun;
    • Tidak sebandingnya antara jumlah hakim dan ketersediaan rumah dinas yang ada, sehingga masih ada beberapa hakim yang tidak menempati rumah dinas;
    • Masih sangat kurangnya pegawai yang ada, sehingga menyebabkan diambil langkah-langkah untuk memperbantukan tenaga honorer (satpam, sopir dan cleaning service) ke dalam bagian kerja guna melancarkan pelaksanaan dan penyelesaian tugas keadministrasian;
    • Banyaknya sarana elektronika, yakni komputer, printer dan laptop, yang mengalami kerusakan permanen karena telah melampaui usia pemakaian. Sehingga sering mengakibatkan terjadinya keterlambatan dalam hal penyelesaian putusan dan berita acara sidang serta penyusunan pelaporan rutin maupun periodik;
    • Belum tersedianya sarana parkir untuk sepeda motor;
    • Belum adanya meja informasi yang dilengkapi komputer touch screen dan layar LCD untuk melayani kebutuhan informasi bagi masyarakat yang berkunjung ke Pengadilan Negeri Sarolangun.
  2. Secara Eksternal :
    • Belum tersedianya Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) atau Rumah Tahanan (RUTAN) yang berada di wilayah Kabupaten Sarolangun, sehingga tahanan masih harus diambil dari LP Bangko (Kabupaten Merangin) yang memakan waktu lebih kurang 1,5 jam perjalanan (3 jam PP). Hal itu menyebabkan persidangan perkara pidana baru bisa dimulai pada jam 14.00 WIB;
    • Sering padamnya aliran listrik dan juga tidak stabilnya arus tegangan (voltage), mengakibatkan sering tertunda dan terhentinya pelaksanaan pekerjaan, dan juga mengakibatkan timbulnya kerusakan ringan yang permanen pada perangkat elektronika yang ada, yang nota bene merupakan sarana pokok bagi pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan, baik administrasi perkara, administrasi kepaniteraan maupun administrasi perkantoran.

Namun segala hambatan yang ada tidak mengurangi semangat jajaran Pengadilan Negeri Sarolangun untuk terus membenah dan berbenah guna melaksanakan dan menyelesaikan tugas pokoknya dengan hasil baik dan tepat waktu, serta mewujudkan terselenggaranya pelayanan publik terbaik dan transparan.

Semoga pada tataran puncaknya, Pengadilan Negeri Sarolangun mampu mewujudkan visi dan misi Mahkamah Agung Republik Indonesia, yakni menjadi salah satu LEMBAGA PERADILAN YANG AGUNG.